Mesin Pencari

Ujian Nasional Cermin Bobroknya Moral

Ujian Akhir Nasional 2009 sudah selesai. Pengumuman kelulusan belum dilaksanakan, namun anehnya sudah ada beberapa sekolah di Jawa Timur yang dinyatakan tidak lulus 100%. Di akui atau tidak pelaksanaan ujian nasional 2009 berlangsung sangat buruk. Tingginya nilai syarat kelulusan membuat berbagai pihak berlomba-lomba untuk 'meluluskan' para pelajar dengan segala cara. Tim independen yang konon yang katanya netral pun pada akhirnya tidak berfungsi apa-apa. Sebenarnya program ujian nasional adalah sebuah wacana yang bagus, asalkan tidak ada pihak-pihak yang dengan sengaja 'membantu' kelulusan siswa. Tapi sayang sekali program yang bagus ini menjadi sangat buruk karena semua pihak menginginkan kelulusan siswa dengan cara apa saja. Mari kita lihat dampak buruk dari pelaksanaan ujian yang seperti beberapa tahun belakangan ini.

1. Dampak bagi siswa

Bagi banyak siswa, Ujian Nasional semacam ini hanya akan menurunkan semangat belajar. Selain itu mental pelajar juga menjadi mental pecundang, bukan pejuang. Dalam benak mereka tertanam bahwa kita bisa mencapai tujuan dengan jalan apa saja. Jelas hal ini membuat masa depan bangsa ini semakin suram. Pembelajaran yang buruk dan merusak. Pelajar akan cenderung menggunakan cara-cara licik, pemikiran yang ditanam ketika SMA akan terbawa pada saat kuliah.

Saya justru kasihan pada anak-anak yang sebenarnya cerdas justru harus mendapatkan nilai standard, sedangkan anak-anak yang malas justru mendapat nilai bagus. Sangat tidak adil.

2. Dampak bagi guru

Aneh ketika guru yang idealis justru banyak dimusuhi. Tentu kita masih ingat kasus di Sumatra ketika Ujian Nasional tahun 2007. Beberapa guru terpaksa harus menjadi pengangguran setelah di PHK oleh pihak sekolah gara-gara tidak mendukung 'mensukseskan' siswa-siswinya. Disatu sisi, guru yang telah berjuang mengajarkan materi selama 3 tahun, akhirnya seperti sia-sia. Karena kelulusan hanya ditentukan oleh nilai UN yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak mendidik.

3. Dampak bagi masyarakat

Akhirnya ada beberapa oknum masyarakat memanfaatkan 'momen ujian nasional' dengan sengaja menyebarkan jawaban dengan berbagai motif. Ada yang menyebarkan jawaban asli. Ada yang menyebarkan jawaban yang salah. Yang semuanya pada akhirnya bermuara pada motif ekonomi.

Sampai kapan sistem pendidikan Indonesia akan carut marut seperti ini. Tidakkah kita malu dengan memelihara 'gengsi' sehingga harus mengorbankan nilai-nilai fundamental keluhuran.
Untuk share di facebook, klik icon facebok tombol di bawah.
Share

Artikel Terkait



0 comments:

Post a Comment