Mesin Pencari

Karbon Monoksida (CO) Gas Beracun Tak Berwarna Tak Berbau Tak Berasa

Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun dan berbahaya. Gas karbon monoksida menjadi lebih berbahaya karena gas CO ini tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Gas karbon monoksida adalah salah satu gas berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran tak sempurna hidrokarbon. Gas karbon monoksida CO keluar bersama dengan gas karbon diokksida CO2 dan uap air H2O. Dalam kadar sekitar 200 ppm (part per million) atau 200 bpj (bagian per sejuta) gas karbon monoksida akan membuat orang yang menghirupnya pusing dan pingsan. Jika kadar karbon monoksida mencapai 400ppm akan menyebabkan kematian dalam beberapa saat, dan sekitar 700 ppm karbon monoksida bisa menyebabkan kematian seketika bagi yang menghirupnya.

Gas karbon monoksida menjadi sangat berbahaya karena jika terhirup, Hemoglobin (Hb) dalam darah yang bertugas untuk mengikat oksigen O2 akan lebih mengikat gas karbon monoksida. Hal ini dikarenakan gas CO lebih reaktif daripada gas O2. Karbon monoksida yang terikat Hemoglobin akan menyebabkan darah berwarna hitam dan beku sehingga aliran darah berhenti dan menyebabkan kematian.

Untuk menghindari dampak gas karbon monoksida, ada beberapa tips :

1. Jangan memanaskan kendaraan di dalam ruangan tertutup. Misalnya di garasi yang tertutup.
2. Jangan berada dalam mobil dengan jendela tertutup tertutup ketika mobil berhenti.
3. Gunakan kendaraan baru, biasanya pembakaran tak sempurna dihasilkan oleh mesin-mesin yang sudah tua dan menghasilkan pembakaran tak sempurna.
4. Gunakan masker jika hendak bepergian ke tempat yang crowded kendaraan bermotor misalnya di jalan raya. Untuk share di facebook, klik icon facebok tombol di bawah.
Share

Artikel Terkait